UMKM Genuk Naik Kelas: Mahasiswa KKN UPGRIS Fasilitasi Identitas Visual MMT dan Sistem Pembayaran QRIS

Jatengx.com, Kab. Semarang – Di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di tingkat kelurahan dituntut untuk terus beradaptasi agar tidak tergerus zaman. Menyadari hal tersebut, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 16 Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) menginisiasi program pendampingan strategis pada Jumat (13/2/2026).

Program ini difokuskan pada penguatan identitas visual melalui pembuatan MMT serta aktivasi sistem pembayaran digital QRIS bagi para pelaku usaha lokal di Kelurahan Genuk.

Kegiatan yang menggabungkan sektor kewirausahaan dan pariwisata ini bertujuan untuk memberikan wajah baru bagi UMKM desa agar tampil lebih profesional, menarik bagi wisatawan, dan relevan dengan kebiasaan transaksi masyarakat modern yang kini cenderung non-tunai (cashless).

Salah satu kendala utama yang sering ditemui pada UMKM di tingkat akar rumput adalah kurangnya penanda atau identitas usaha yang jelas. Padahal, bagi wilayah yang memiliki potensi wisata seperti Kelurahan Genuk, identitas visual berupa MMT (banner) bukan sekadar hiasan, melainkan sarana komunikasi pertama antara penjual dan calon pembeli.

Mahasiswa KKN Kelompok 16 UPGRIS mengambil peran aktif mulai dari tahap konsultasi desain hingga proses pemasangan. Desain MMT dibuat secara apik dengan menonjolkan nama usaha, foto produk yang menggugah selera, serta informasi kontak yang mudah dihubungi.

“Kami ingin membantu para pelaku UMKM agar usaha mereka lebih ‘terlihat’ oleh masyarakat luas maupun wisatawan yang melintas. Dengan MMT yang didesain secara profesional, kepercayaan konsumen terhadap kualitas produk lokal akan meningkat. Identitas visual yang kuat adalah fondasi utama dalam membangun branding usaha,” ujar salah satu anggota KKN Kelompok 16 UPGRIS.

Sejalan dengan program pemerintah dalam mempercepat digitalisasi ekonomi, mahasiswa juga memfasilitasi pembuatan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard). Langkah ini sangat krusial, mengingat Kelurahan Genuk memiliki potensi kunjungan wisatawan ke situs-situs lokal seperti Watu Lumpang. Wisatawan dari luar daerah kini lebih nyaman bertransaksi menggunakan dompet digital maupun mobile banking.

Dengan adanya QRIS, para pelaku UMKM di Genuk kini dapat menerima pembayaran dari berbagai platform aplikasi hanya dengan satu kode QR. Hal ini tidak hanya memudahkan konsumen, tetapi juga membantu pelaku usaha dalam hal administrasi keuangan yang lebih rapi dan transparan karena setiap transaksi tercatat secara otomatis di sistem perbankan.

Inisiatif ini disambut dengan penuh rasa syukur oleh para pelaku usaha, salah satunya adalah Ibu Rini. Sebagai pelaku UMKM yang sudah lama bergelut dengan sistem penjualan konvensional, beliau mengaku sangat terbantu dengan edukasi dan bantuan fisik yang diberikan oleh para mahasiswa.

“Saya sangat berterima kasih kepada adik-adik mahasiswa KKN UPGRIS. Selama ini saya hanya berjualan apa adanya, tidak ada papan nama yang jelas. Sekarang, berkat MMT baru ini, tempat jualan saya jadi lebih rapi dan orang dari jauh sudah bisa tahu apa yang saya jual. Selain itu, saya juga diajarkan menggunakan QRIS. Awalnya saya pikir bakal sulit, ternyata sangat praktis. Sekarang kalau ada pembeli yang tidak bawa uang tunai, saya tidak perlu khawatir lagi kehilangan pelanggan,” ungkap Ibu Rini saat ditemui di lokasi usahanya.

Dari sudut pandang pariwisata, penguatan UMKM adalah bagian tak terpisahkan dari pengembangan destinasi. Kelurahan Genuk yang asri membutuhkan dukungan ekosistem ekonomi yang kuat agar wisatawan tidak hanya berkunjung untuk melihat pemandangan, tetapi juga betah berbelanja produk-produk lokal.

Melalui program “UMKM Maju” ini, mahasiswa KKN UPGRIS berharap Kelurahan Genuk dapat menjadi percontohan bagi wilayah lain dalam hal integrasi teknologi pada usaha rakyat. Kemandirian ekonomi tidak hanya lahir dari produk yang bagus, tetapi juga dari cara pemasaran yang cerdas dan kemudahan dalam bertransaksi.

Kegiatan pada Jumat kemarin merupakan awal dari perjalanan panjang digitalisasi UMKM di Kelurahan Genuk. Mahasiswa berharap para pelaku usaha dapat terus konsisten menerapkan sistem pembayaran digital dan menjaga estetika tempat usaha mereka. Dengan kolaborasi yang solid antara kaum akademisi dan penggerak ekonomi lokal seperti Ibu Rini, optimisme bahwa UMKM Genuk akan terus berkembang dan memberikan dampak kesejahteraan yang nyata bagi masyarakat luas pun semakin kuat.

 

Editor: Azis

By Jatengx

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *