Jatengx.com, Kab. Semarang – Semangat gotong royong kembali menggema di Kelurahan Kalirejo. Kali ini, momentum kebersamaan tersebut terwujud dalam kegiatan pengecoran atap (dak) masjid desa setempat. Kegiatan ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan simbol persatuan antara warga dan akademisi.
Kegiatan ini diinisiasi dan dilakukan secara kolaboratif oleh warga Kelurahan Kalirejo bersama Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 8. Tampak bapak-bapak warga desa berbaur akrab dengan mahasiswa, menyatukan tenaga lintas generasi.
Aksi sosial ini bertempat di Masjid Baitul Ulum, yang terletak di Rt.04/Rw.4 Kelurahan Kalirejo. Lokasi ini menjadi saksi bisu peluh dan tawa yang bercampur menjadi satu demi kenyamanan ibadah masyarakat.
Kegiatan pengecoran ini dilaksanakan pada hari Senin, 19 januari 2026. Sejak pagi hari, antusiasme sudah terlihat saat warga dan mahasiswa mulai mempersiapkan peralatan dan material bangunan.
Partisipasi mahasiswa KKN UPGRIS dalam kegiatan ini didasari oleh keinginan untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Satu Ember Cor, Sejuta Harapan, bukan sekadar slogan, melainkan wujud dedikasi bahwa setiap material yang diangkut adalah doa agar pembangunan masjid segera rampung, sehingga warga dapat beribadah dengan lebih nyaman dan khusyuk.” Ujar M. Fatih Priyanto
Melalui kegiatan ini mereka dapat lebih dekat dengan masyarakat sekitar, komunikasi dan kebersamaan terasa.
“Kegiatan tersebut merupakan salah satu langkah kami untuk mempererat tali silaturahmi agar kehadiran mahasiswa KKN benar-benar dirasakan sebagai bagian dari keluarga besar Kalirejo.” Tambahnya
Proses pengecoran berlangsung dengan penuh semangat kekeluargaan. Menggunakan sistem estafet, ember demi ember berisi adukan semen dioper dari tangan ke tangan. Mahasiswa KKN Kelompok 8 tampak sigap membantu, mulai dari mengangkut material hingga berbaur dalam obrolan hangat saat istirahat.
Foto bersama yang diabadikan di depan rumah warga menunjukkan wajah-wajah sumringah dan kepalan tangan penuh semangat, menjadi bukti bahwa lelah bekerja terbayar lunas dengan kebersamaan yang terjalin. Tidak ada sekat antara pendatang dan tuan rumah; yang ada hanyalah satu tujuan untuk kemaslahatan umat.
Editor: Zainudin

