Jatengx.com, Kab. Semarang – Kesadaran akan kelestarian lingkungan hidup perlu dipupuk sejak dini agar menjadi budaya yang melekat kuat pada generasi mendatang. Menyadari hal tersebut, mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok 4 KKN Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) mengambil langkah konkret melalui sebuah program kerja bidang pendidikan yang inovatif yang mengusung tema “Sampahku Karyaku”, para mahasiswa ini hadir di tengah siswa-siswi kelas 3 SD Negeri 4 Langensari, Kelurahan Langensari Timur, Kecamatan Ungaran Barat, pada awal Februari 2026 ini.
Program ini dirancang bukan sekadar untuk memenuhi kewajiban pengabdian masyarakat, melainkan sebagai upaya edukasi komprehensif yang memadukan kepedulian ekologis dengan penanaman nilai nasionalisme.
Fokus utama dari kegiatan ini adalah pemanfaatan sampah plastik yang seringkali dianggap tidak bernilai, untuk kemudian diubah menjadi karya seni mozaik yang memukau. Uniknya, pola-pola yang disediakan oleh para mahasiswa bukan sekadar gambar umum, melainkan sketsa wajah tokoh-tokoh pahlawan Indonesia.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan sesi pengenalan interaktif mengenai jenis-jenis sampah serta dampak jangka panjang sampah plastik terhadap ekosistem. Siswa-siswi terlihat antusias saat mahasiswa KKN menunjukkan bagaimana limbah plastik yang sulit terurai dapat mencemari lingkungan jika tidak dikelola dengan benar.
Setelah pembekalan materi selesai, barulah para siswa memasuki tahap praktik pembuatan mozaik secara berkelompok dengan pendampingan intensif dari para mahasiswa.

Kegiatan ini secara tidak langsung mengasah berbagai aspek perkembangan anak. Selain melatih keterampilan motorik halus melalui kegiatan menempel potongan plastik kecil pada pola, para siswa juga diajak untuk bekerja sama dalam tim. Pemilihan figur pahlawan sebagai objek mozaik menjadi sarana pengenalan sejarah nasional yang efektif, sehingga siswa dapat lebih mengenal jasa para pejuang sembari berkarya.
Dalam sebuah kesempatan Anindhita selaku koordinator lingkup pendidikan menjelaskan urgensi dari kegiatan ini bagi para siswa.
“Kami ingin mengubah pola pikir siswa bahwa sampah bukan hanya masalah, tetapi juga peluang untuk berkreasi. Dengan menyisipkan pola wajah pahlawan, kami berharap rasa bangga terhadap tanah air tumbuh beriringan dengan rasa cinta mereka terhadap kebersihan lingkungan di wilayah Ungaran Barat ini,” pungkasnya.
Melalui keberhasilan program “Sampahku Karyaku” ini, Kelompok 4 KKN UPGRIS berharap SDN 4 Langensari dapat terus menginspirasi siswa-siswinya untuk menjaga lingkungan. Pembelajaran yang bermakna ini diharapkan mampu membekas dalam ingatan siswa, menjadikan mereka agen perubahan kecil yang peduli terhadap kelestarian alam serta tetap memegang teguh nilai-nilai karakter bangsa sejak usia sekolah dasar.
Editor : Azis

