Jatengx.com, Semarang – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 1 Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) melakukan program pengabdian masyarakat secara menyeluruh di Kelurahan Bangetayu Wetan, salah satu program kerja unggulan yaitu di bidang lingkungan dan kewirausahaan. Mengawali rangkaian program kerja, mahasiswa KKN UPGRIS menggandeng Unit Bantu Pertolongan Pramuka (UBALOKA) Kota Semarang untuk menggelar sosialisasi mitigasi bencana banjir pada 17 Januari 2026. Bertempat di Balai Kelurahan Bangetayu Wetan, kegiatan ini dihadiri oleh perangkat desa, seluruh Ketua RW, dan penggerak PKK setempat.
Kolaborasi strategis ini bertujuan membekali elemen masyarakat dengan edukasi komprehensif, mulai dari langkah preventif, manajemen krisis saat bencana melanda, hingga proses pemulihan pascabanjir. Melalui sinergi ini, diharapkan seluruh lapisan warga memiliki kesiapan mental dan struktural dalam menghadapi tantangan bencana di wilayahnya.
Dalam upaya mengaplikasikan teori mitigasi yang telah disosialisasikan, Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 1 terjun langsung ke lapangan melalui aksi kerja bakti massal pada 25 Januari 2026. Dimulai sejak pukul 08.00 WIB, aksi bersih-bersih ini dipusatkan di wilayah RT 02 RW 03, dengan fokus utama pada normalisasi saluran air (drainase) dan pembersihan area jalan umum yang kerap menjadi titik genangan. Bersama warga setempat, para mahasiswa bahu-membahu mengangkut sedimen lumpur dan sampah yang menyumbat aliran air guna memastikan debit air dapat mengalir lancar saat intensitas hujan tinggi.
“Kegiatan ini bukan sekadar pembersihan fisik, melainkan upaya kolektif untuk membangun kembali budaya gotong royong sekaligus meminimalisir risiko banjir yang sering menghantui kawasan Bangetayu Wetan.” Ujar Fredi selaku perwakilan bidang Lingkungan dan Kesehatan
Tidak berhenti pada area pemukiman, Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 1 juga melakukan observasi mendalam (monitoring) terhadap kondisi geografis aliran sungai di wilayah Bangetayu Wetan. Dalam tinjauan tersebut, ditemukan kondisi yang cukup memprihatinkan di aliran sungai RT 06 RW 03, di mana tumpukan sampah domestik dan pertumbuhan vegetasi liar yang tak terkendali mengakibatkan penyumbatan arus air (sedimentasi). Menanggapi temuan tersebut, sebagai bentuk komitmen nyata terhadap mitigasi bencana, mahasiswa KKN UPGRIS menginisiasi gerakan ‘Resik Sungai’ dengan mengajak warga setempat pada 1 Februari 2026.
Dimulai tepat pukul 15.00 WIB, aksi gotong royong ini difokuskan pada pembersihan material penyumbat dan pangkas rumput liar yang menyempitkan badan sungai. Meski dilaksanakan di sore hari, antusiasme warga dan mahasiswa tidak surut demi memastikan aliran air kembali optimal. Upaya restorasi aliran sungai ini menjadi langkah krusial dalam mempercepat daya serap air kiriman, sehingga diharapkan dapat secara signifikan mengurangi risiko luapan air yang memicu banjir di wilayah Kelurahan Bangetayu Wetan
Melengkapi aksi fisik yang telah dilakukan, Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 1 menyadari bahwa perubahan infrastruktur harus dibarengi dengan perubahan perilaku masyarakat. Oleh karena itu, dilaksanakan kampanye edukatif melalui ‘Aksi Simpati dan Kerja Bakti’ yang dipusatkan di wilayah RT 05 RW 05 kolaborasi dengan LPMK, RW dan Ibu-Ibu PKK. Dalam kampanye ini, mahasiswa secara persuasif mengajak warga untuk menumbuhkan kembali kesadaran akan pentingnya membuang sampah pada tempat yang telah disediakan secara konsisten.
“Langkah ini diambil bukan hanya demi estetika lingkungan, melainkan sebagai upaya preventif agar sampah rumah tangga tidak kembali berakhir di saluran drainase atau sungai. Dengan adanya gerakan ini, diharapkan tercipta kemandirian masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan di Kelurahan Bangetayu Wetan,” ungkap Reza.

Selain berfokus pada kelestarian lingkungan, Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 1 Kelurahan Bangetayu Wetan juga menunjukkan dedikasi nyata di pilar kesehatan masyarakat melalui pendampingan kegiatan Posyandu di wilayah RW 07 pada tanggal 19 Januari 2026. Kehadiran mahasiswa dalam agenda rutin ini bertujuan untuk membantu optimalisasi pelayanan kesehatan bagi ibu dan balita di lingkungan setempat. Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap fasilitas kesehatan tingkat dasar, kelompok mahasiswa juga menyerahkan bantuan berupa donasi timbangan bayi digital yang baru.
Penyerahan bantuan yang dilakukan pada sore hari pukul 16.00 WIB ini diharapkan dapat menunjang akurasi pemantauan tumbuh kembang balita secara lebih presisi. Melalui kontribusi ini, mahasiswa KKN UPGRIS berupaya memastikan bahwa sarana prasarana di Posyandu RW 07 semakin memadai, sehingga deteksi dini terhadap kesehatan anak-anak di Bangetayu Wetan dapat berjalan lebih maksimal dan berkelanjutan.sumbangan berupa timbangan bayi, acara dilakukan di rw 7 kelurahan bangetayu wetan di mulai di jam 16:00-17:30.
Melanjutkan estafet pengabdian di bidang kesehatan, Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 1 kembali menunjukkan kepeduliannya dengan mendampingi kegiatan Posyandu di wilayah RW 04 pada 5 Februari 2026. Dimulai sejak pukul 08.00 WIB hingga selesai, para mahasiswa aktif membantu kader dalam proses administrasi dan pemeriksaan kesehatan warga. Dalam kesempatan tersebut, sebagai wujud kontribusi terhadap penguatan sarana kesehatan lingkungan, mahasiswa memberikan bantuan hibah berupa alat tensi digital kepada para pengurus Posyandu RW 04.
Pemberian alat tensi ini dimaksudkan untuk mempermudah kader dalam melakukan skrining kesehatan rutin, khususnya dalam memantau tekanan darah warga secara cepat dan akurat. Sinergi antara mahasiswa dan kader Posyandu ini menjadi langkah preventif dalam menjaga stabilitas kesehatan masyarakat Kelurahan Bangetayu Wetan, sekaligus menjadi penutup manis dari rangkaian program kerja yang berorientasi pada kesejahteraan warga.
Menutup rangkaian program kerja pengabdian di Kelurahan Bangetayu Wetan, Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 1 menyelenggarakan aksi kemanusiaan melalui penyaluran bantuan sosial (bansos) pada 7 Februari 2026. Menyadari bahwa kesejahteraan masyarakat adalah pondasi utama pembangunan desa, para mahasiswa menyalurkan paket sembako kepada 10 warga yang paling membutuhkan di lingkungan setempat, acara di mulai dari jam 10:00-13:00. Program ini dirancang sebagai bentuk kepekaan sosial dan solidaritas mahasiswa terhadap kondisi ekonomi warga, khususnya mereka yang termasuk dalam kategori kurang mampu.
Penyaluran bantuan dilakukan secara langsung dengan mendatangi rumah warga (door-to-door), guna memastikan bantuan tepat sasaran sekaligus menjalin silaturahmi yang lebih erat antara mahasiswa dan masyarakat. Meski sederhana, paket sembako ini diharapkan dapat meringankan beban kebutuhan pokok harian dan memberikan secercah kebahagiaan bagi para penerima. Aksi ini menjadi simbol bahwa kehadiran KKN UPGRIS bukan hanya sekadar untuk menjalankan program akademik, melainkan hadir dengan hati untuk merangkul dan membantu sesama di Kelurahan Bangetayu Wetan.
Editor : Azis

