Mengenalkan Bahasa Asing Lewat Sejarah: Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro Memasang Plang Besi Berisikan Sejarah Tugu Mandiro dengan Dua Bahasa

Jatengx.com, Sragen – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro, Prodi Sastra Inggris, Naufal Raditha Ilham, telah melaksanakan program kerja Mutidisiplin 2, pemasangan plang besi berisi sejarah Tugu Mandiro yang disajikan dalam dua bahasa, yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Program kerja ini bertujuan untuk menghadirkan media informasi yang edukatif sekaligus menarik bagi masyarakat dan pengunjung. Plang besi terebut tidak hanya berfungsi sebagai hiasan semata, tetapi juga sebagai sarana pengenalan bahasa asing yang kontekstual dan mudah dipahami.

Naufal Raditha Ilham menyampaikan, program ini dilatarbelakangi oleh potensi Tugu Mandiro sebagai ikon sejarah dan sebagai potensi kawasan wisata Kecamatan Mondokan yang belum sepenuhnya didukung oleh media informasi yang informatif dan inklusif. Di sisi lain, kemampuan berbahasa Inggris masyarakat masih perlu ditingkatkan, khususnya untuk menghadapi peluang wisata. Dengan adanya plang bilingual, diharapkan dapat menggabungkan pelestarian sejarah lokal dengan edukasi bahasa asing secara sederhana namun bermakna.

Pemasangan plang besi sejarah Tugu Mandiro ini dilaksanakan pada 6 Februari 2026 pada pukul 10.00 pagi. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa KKN Universitas Diponegoro (Naufal Raditha Ilham), bersama dengan Pak Sekretaris Kecamatan Mondokan, Bapak Budiyanto, serta beberapa perangkat kecamatan dan masyarakat sekitar Tugu Mandiro yang antusias.

Dalam pelaksanaan program kerja pemasangan plang besi sejarah Tugu Mandiro, mahasiswa KKN Universitas Diponegoro, Prodi Sastra Inggris Naufal Raditha Ilham melalui beberapa tahapan. Tahap awal dimulai dengan mempelajari dan mengumpulkan informasi terkait sejarah Tugu Mandiro melalui diskusi dengan Pak Budiyanto, selaku Sekretaris Kecamatan Mondokan dan penelusuran sumber lokal. Selanjutnya, dilakukan penentuan desain yang akan dijadikan poster pada plang besi, termasuk penyusunan teks sejarah dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Setelah konsep poster disepakati, Naufal merancang desain plang besi secara keseluruhan agar sesuai dengan lingkungan sekitar tugu.

Proses pembuatan plang besi dilakukan dengan bekerja sama dengan bengkel las besi lokal sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat setempat. Tahap akhir dari rangkaian kegiatan ini adalah pemasangan plang besi yang dilaksanakan pada tanggal 6 Februari 2026 di kawasan Tugu Mandiro. Proses pemasangan berjalan dengan lancar dan mendapat respons positif dari warga yang antusias melihat wajah baru tugu bersejarah tersebut.

Melalui program ini, mahasiswa KKN Universitas Diponegoro berharap masyarakat Mondokan dapat lebih memahami dan terbiasa dengan penggunaan Bahasa Inggris dalam konteks sehari-hari, khususnya yang berkaitan dengan sejarah dan wisata lokal. Selain itu, keberadaan plang dua bahasa ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam memperkenalkan sejarah Tugu Mandiro kepada wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, sehingga Mondokan semakin dikenal sebagai kawasan yang ramah wisata dan edukatif.

Penulis: Naufal Raditha Ilham

Edito : Azis

By Jatengx

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *