Jatengx.com, Klaten – Tim Pengabdian Masyarakat (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) Tim 2 Tahun 2026 sukses menggelar sosialisasi pembuatan briket arang dari limbah pertanian di Desa Katekan, Kecamatan Gantiwarno. Tidak hanya mengajarkan cara mengolah sekam padi dan bonggol jagung menjadi bahan bakar bernilai ekonomis, mahasiswa juga menyerahkan inovasi alat “Lemari Pengering Briket Hibrida Otomatis”.
Program kerja ini diinisiasi oleh Raditya Jordy Anargya R, mahasiswa Teknik Elektro Undip, sebagai respons atas melimpahnya limbah pertanian yang belum termanfaatkan maksimal di desa tersebut.
“Dalam sosialisasi ini, kami ingin warga tidak hanya bisa mencetak briket, tapi juga bisa memproduksinya secara kontinu tanpa terkendala cuaca. Seringkali semangat warga surut karena briket yang dijemur tidak kering-kering saat musim hujan,” ujar Raditya.

Alat yang dirancang Raditya bekerja dengan sistem hybrid. Saat cuaca terik, alat memanfaatkan panas matahari melalui atap transparan. Namun saat mendung atau hujan, sistem pemanas listrik dengan kontrol suhu otomatis (Thermostat Digital XH-W3001) akan mengambil alih untuk menjaga suhu stabil di angka 50°C – 60°C.
“Dengan alat ini, proses pengeringan briket dari bonggol jagung dan sekam bisa selesai dalam hitungan jam, jauh lebih cepat dibanding penjemuran manual yang memakan waktu berhari-hari saat mendung,” tambahnya.
Inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG) ini diharapkan dapat menjadi modal awal bagi warga Desa Katekan untuk merintis usaha mandiri berbasis potensi lokal.
Editor: Azis

