Jatengx.com, Kab. Semarang – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang menggelorakan semangat gotong royong di tingkat kelurahan dengan program pengelolaan limbah sampah rumah tangga menjadi kompos biopori. Program ini tidak hanya menangani masalah sampah organik yang kerap membebani Tempat Pembuangan Akhir (TPA) tetapi juga berkontribusi nyata dalam pencegahan banjir dan peningkatan kesuburan tanah.
Di tengah tantangan lingkungan yang semakin kompleks, inisiatif ini menjadi solusi ramah lingkungan yang mudah diadopsi masyarakat. Program kerja KKN UPGRIS bertema kompos biopori dimulai dengan tahap sosialisasi intensif kepada warga setempat.
Kegiatan ini (31/1/2026) dilakukan dengan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pemilahan sampah organik dan anorganik, serta praktik langsung pembuatan lubang biopori sebagai media pengomposan. Sampah organik rumah tangga dimanfaatkan untuk bahan kompos alami yang kemudian digunakan untuk mendukung pertumbuhan tanaman TOGA di lingkungan sekitar rumah warga.

Pengolahan sampah menjadi kompos biopori membantu masyarakat untuk mengurangi volume sampah rumah tangga, meningkatkan kualitas lingkungan, serta memperoleh manfaat kesehatan dari tanaman obat yang ditanam. Selain itu, penerapan biopori juga berfungsi untuk meningkatkan daya resap air tanah dan membantu mengurangi genangan air di lingkungan permukiman.
Arga Afiq Fahriza, selaku Koordinator Desa menyampaikan bahwa program kerja ini merupakan bentuk kontribusi nyata mahasiswa KKN dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan sekaligus pemberdayaan masyarakat melalui inovasi sederhana yang mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kompos biopori dari limbah sampah rumah tangga menjadi salah satu langkah yang kami pilih untuk mendukung lingkungan yang bersih dan sehat serta pembiasaan kepada masyarakat untuk menggunakan pupuk organik.” Ujarnya.

Demikian pelaksanaan program kerja Kelompok 15 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) berupa inovasi pengelolaan sampah rumah tangga menjadi kompos melalui metode biopori yang terintegrasi dengan penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA).
Kegiatan ini dilaksanakan dengan lokasi lubang biopori yang dipusatkan di Balai RW 01 sebagai sarana percontohan dan edukasi bagi masyarakat sekitar. Kelompok 15 KKN UPGRIS berharap program ini dapat memberikan manfaat nyata, meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan, serta menjadi langkah awal dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Penulis : Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 15
Editor: Azis

