Jatengx.com, Kab. Semarang – Pasca terjadinya longsor di kawasan Puncak Suroloyo, mahasiswa KKN Universitas PGRI Semarang Kelompok 20 bersama warga Desa Nyatnyono bergerak cepat melakukan aksi nyata berupa penanaman pohon di area terdampak. Kegiatan ini menjadi simbol kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dalam upaya pemulihan lingkungan sekaligus mitigasi bencana.
Longsor yang sempat terjadi menyebabkan berkurangnya vegetasi di beberapa titik lereng dan jalur pendakian. Kondisi tersebut meningkatkan risiko erosi dan longsor susulan apabila tidak segera ditangani. Melihat situasi tersebut, mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 20 berkoordinasi dengan perangkat desa, karang taruna, serta warga setempat untuk menyusun langkah bersama melalui program penghijauan.
“Bencana longsor kemarin berdampak terhadap berkurangnya tanam-tanaman hijau di beberapa titik lereng dan jalur pendakian, jika tidak segera direspon dapat berbahaya bagi keselamatan masyarakat maupun bagi pendaki,” ujarnya Koordinator Kelurahan

Kegiatan penanaman pohon dilaksanakan secara gotong royong dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat. Bibit tanaman ditanam di titik-titik rawan sebagai upaya memperkuat struktur tanah. Akar pohon diharapkan mampu menjadi penahan alami yang membantu menjaga kestabilan lereng serta meningkatkan daya resap air ke dalam tanah.
Tidak hanya menanam, mahasiswa juga berdiskusi bersama warga mengenai pentingnya perawatan dan pemantauan tanaman secara berkelanjutan. Edukasi mengenai mitigasi bencana dan pelestarian lingkungan menjadi bagian penting dalam kegiatan ini, sehingga masyarakat tidak hanya terlibat secara fisik, tetapi juga memahami urgensi menjaga ekosistem sekitar.
Suasana kebersamaan begitu terasa selama kegiatan berlangsung. Semangat gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat desa berpadu dengan semangat pengabdian mahasiswa, menciptakan kolaborasi yang harmonis dan produktif. Kegiatan ini sekaligus mempererat hubungan antara mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 20 dengan warga Desa Nyatnyono.
Melalui aksi kolaboratif ini, diharapkan kawasan Puncak Suroloyo dapat kembali hijau dan aman untuk aktivitas masyarakat maupun pengunjung. Penanaman pohon bukan hanya menjadi respons atas bencana yang terjadi, tetapi juga langkah preventif jangka panjang dalam menjaga kelestarian alam desa.
KKN UPGRIS Kelompok 20 membuktikan bahwa pengabdian yang berdampak lahir dari sinergi. Bersama warga Desa Nyatnyono, mereka menanam harapan—bahwa dari lereng yang sempat terluka, akan tumbuh kembali kehidupan yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Editor: Azis

