Hijaukan Dusun Siroto: KKN Universitas PGRI Semarang Kelompok 20 Kembangkan Kebun Ketahanan Pangan dan TOGA di Desa Nyatnyono

Jatengx.com, Kab. Semarang – Dalam upaya mendukung kemandirian pangan masyarakat, mahasiswa KKN Universitas PGRI Semarang Kelompok 20 menginisiasi program kebun ketahanan pangan dan tanaman TOGA (Tanaman Obat Keluarga) di Dusun Siroto, Desa Nyatnyono. Program ini menjadi langkah strategis untuk memanfaatkan lahan pekarangan secara produktif sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya swasembada pangan skala rumah tangga.

Kebun ketahanan pangan yang dikembangkan berisi berbagai tanaman sayuran seperti cabai, bayam, kangkung, dan tomat yang mudah dibudidayakan dan memiliki nilai konsumsi tinggi. Selain itu, mahasiswa juga menanam berbagai jenis TOGA seperti jahe, kunyit, kencur, dan serai yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan keluarga secara alami.

Program ini dilaksanakan secara kolaboratif bersama warga Dusun Siroto. Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 20 memberikan pendampingan mulai dari tahap pengolahan lahan, penanaman bibit, hingga perawatan tanaman. Edukasi mengenai teknik penanaman sederhana dan pemanfaatan pupuk organik juga menjadi bagian dari kegiatan, sehingga masyarakat dapat melanjutkan pengelolaan kebun secara mandiri.

 

Kehadiran kebun ketahanan pangan ini diharapkan mampu membantu memenuhi kebutuhan sayur dan rempah keluarga sehari-hari tanpa harus selalu bergantung pada pasar. Selain bernilai ekonomis, kebun ini juga mempererat kebersamaan warga melalui kegiatan gotong royong dalam merawat tanaman.

Sementara itu, penanaman TOGA menjadi bentuk edukasi kesehatan berbasis lingkungan. Tanaman obat keluarga dapat dimanfaatkan sebagai pertolongan pertama untuk keluhan ringan seperti masuk angin, batuk, atau gangguan pencernaan. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya memperoleh manfaat pangan, tetapi juga manfaat kesehatan dari pekarangan rumah.

Antusiasme warga Dusun Siroto terlihat dari partisipasi aktif dalam setiap tahapan kegiatan. Program ini sekaligus menjadi sarana transfer pengetahuan antara mahasiswa dan masyarakat, menciptakan kolaborasi yang saling menguatkan.

Melalui program kebun ketahanan pangan dan TOGA ini, KKN UPGRIS Kelompok 20 membuktikan komitmennya dalam mendukung pembangunan desa berbasis potensi lokal. Harapannya, kebun yang telah dirintis dapat terus berkembang dan menjadi contoh bagi wilayah lain dalam mewujudkan kemandirian pangan dan kesehatan keluarga di Desa Nyatnyono.

 

Editor: Azis

By Jatengx

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *