Semarang, Jatengx.com – Gerimis turun perlahan ketika rombongan Pramuka dari Kwartir Cabang Jepara memasuki kawasan Bumi Perkemahan Candra Birawa, kompleks Kwartir Daerah Jawa Tengah, Ahad malam, 14 Desember 2025. Di bawah langit mendung, suara yel-yel bergema lantang. Seorang ketua sangga putra berdiri di depan barisan, memimpin sorak dengan suara penuh tenaga.
“SAKOMA NU, fisik kuat!” teriaknya. Seruan itu segera disambut koor para peserta yang baru saja menurunkan perlengkapan kemah. Hujan tipis tak menyurutkan langkah mereka. Justru sebaliknya, cuaca malam itu seolah menjadi pemantik semangat kebersamaan.
Satu per satu kontingen berdatangan. Selain Jepara, peserta dari Kwartir Cabang Pekalongan, Magelang, dan Kota Semarang tiba lebih awal di lokasi perkemahan. Mereka langsung bergotong royong mendirikan tenda, menata peralatan, dan menghias tapak kemah masing-masing. Aktivitas berlangsung hingga malam, diiringi tawa dan sapaan antarsesama peserta.
Kedatangan mereka menandai dimulainya rangkaian Kemah Perdamaian dan Kemanusiaan SAKO Pramuka Pandu Ma’arif NU Jawa Tengah Tahun 2025. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung selama empat hari, Senin hingga Jumat, 16–19 Desember 2025, di lokasi yang sama.
Kemah ini diikuti oleh perwakilan kontingen SAKO Pramuka Pandu Ma’arif NU dari berbagai daerah, tidak hanya di Jawa Tengah, tetapi juga dari Daerah Istimewa Yogyakarta dan Kalimantan Selatan. Peserta terdiri atas Pramuka Penegak dan Pandega, yang selama kegiatan akan mengikuti berbagai agenda bertema perdamaian, kepedulian sosial, dan kemanusiaan.
Menurut panitia, kemah ini dirancang sebagai ruang pembelajaran karakter sekaligus penguatan nilai-nilai kebangsaan dan kemanusiaan di kalangan generasi muda NU. Melalui aktivitas lapangan, diskusi, dan praktik sosial, peserta diajak menumbuhkan sikap toleran, solidaritas, serta kesiapsiagaan dalam merespons persoalan kemanusiaan.
Kegiatan ini juga menjadi momentum penting bagi organisasi. Kemah Perdamaian dan Kemanusiaan 2025 merupakan agenda besar pertama yang dilaksanakan setelah dilantiknya Pengurus SAKO Pramuka Pandu Ma’arif NU Jawa Tengah periode 2025–2030. Panitia berharap, kegiatan ini menjadi penanda awal konsistensi gerakan kepramukaan Ma’arif NU dalam membina kader muda yang tangguh, peduli, dan berorientasi pada nilai-nilai perdamaian.

