Jatengx.com, Kab. Semarang – Kearifan lokal masyarakat Desa Kalikayen, Dusun Watukebo, Kecamatan Ungaran Timur, menjadi sumber pembelajaran ekonomi dan kewirausahaan yang bernilai. Salah satunya melalui kegiatan yang diadakan oleh Mahasiswa KKN UPGRIS kelompok 11 mempelajari proses pembuatan arang tradisional pada tanggal 1 dan 8 Februari 2026 bersama Mbah Sugian, seorang pengerajin arang yang telah menekuni usaha tersebut selama bertahun-tahun.
Aldri, menyampaikan kami diperkenalkan secara langsung pada tahapan pembuatan arang, mulai dari pemilihan bahan baku kayu, proses pembakaran dalam tungku tradisional, hingga tahap pendinginan dan pengemasan. Mbah Sugian menjelaskan setiap proses dengan sederhana, sekaligus berbagi pengalaman tentang cara menjaga kualitas arang agar memiliki nilai jual yang baik di pasaran.
“Kegiatan ini menambah pengetahuan dan wawasan kami terhadap kearifan lokal sekaligus menggali potensi usaha masyarakat desa.” Ujarnya



Arang memiliki nilai jual yang cukup menjanjikan, proses pembuatan arang tradisional tidaklah mudah diperlukan ketekunan, kesabaran, dan kerja keras. Pengetahuan yang diwariskan secara turun-temurun ini diharapkan dapat terus dilestarikan dan dikembangkan oleh generasi muda sebagai bagian dari penguatan ekonomi kerakyatan.
“Pembelajaran ini tidak hanya memberikan pengetahuan teknis, tetapi juga membuka wawasan kewirausahaan berbasis potensi desa. Usaha arang yang dijalankan Mbah Sugian terbukti mampu menjadi sumber penghasilan keluarga dan berkontribusi pada perekonomian masyarakat sekitar. Melalui kegiatan ini, kami diajak memahami bahwa usaha tradisional dapat berkembang dan bertahan jika dikelola dengan ketekunan dan manajemen yang tepat.” Ujar Tyo
Editor: Azis

