CEGAH RISIKO PENGGUNAAN TEKNOLOGI AI, TIM KKN UNIVERSITAS DIPONEGORO BERIKAN EDUKASI DI BALAI DESA BOJONGMINGGIR

Jatengx.com, Kabupaten Pekalongan – Teknologi kecerdasan buatan (AI) kini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, namun banyak yang belum memahami dampak negatifnya terhadap keamanan data pribadi dan interaksi sosial. Untuk itu, Tim KKN Universitas Diponegoro melaksanakan program edukasi bertajuk Fasilitator Edukasi Ancaman AI Bagi Peserta Posyandu Remaja Desa Bojongminggir di Balai Desa Bojongminggir pada 25 Januari 2025. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada remaja mengenai risiko yang dapat timbul dari penggunaan teknologi AI yang tidak bijak.

Kegiatan dimulai dengan penjelasan mengenai apa itu teknologi kecerdasan buatan dan bagaimana teknologi ini memengaruhi kehidupan kita sehari-hari. Bapak Andi, salah satu fasilitator, membuka sesi dengan pertanyaan kepada peserta, “Tahukah kalian bahwa teknologi AI ada di sekitar kita? Bahkan dalam aplikasi media sosial yang sering kalian gunakan.” Peserta didik tampak antusias dan mulai menunjukkan ketertarikan pada topik yang disampaikan.

Salah satu peserta, mengajukan pertanyaan, “Jadi, aplikasi yang kita unduh bisa mengambil data pribadi kita, Kak?” Ahmad Fahrezi selaku pemateri pun menjawab, “Benar sekali, Beberapa aplikasi meminta izin untuk mengakses data pribadi kalian, dan jika kita tidak hati-hati, data tersebut bisa disalahgunakan.”

Selanjutnya, peserta didik diajak untuk mengikuti sesi interaktif. Mereka diminta untuk memeriksa izin yang diminta oleh aplikasi yang ada di ponsel mereka. “Coba periksa aplikasi yang ada di ponsel kalian, apakah izin yang diminta itu sesuai dengan fungsinya? Jangan langsung memberikan izin jika itu tidak perlu”.

Siswa-siswi yang mengikuti kegiatan ini terkejut dengan temuan mereka. Beberapa aplikasi ternyata meminta izin yang tidak relevan, seperti akses lokasi atau informasi pribadi lainnya. “Ternyata banyak aplikasi yang meminta izin lebih dari yang dibutuhkan, Kak. Ini berbahaya, ya?” ungkap Rahman, seorang siswa kelas lima. Kak Fahrezi menjelaskan, “Iya, Rahman. Itulah mengapa kita harus selalu berhati-hati dengan izin yang kita berikan pada aplikasi.”

Pada sesi akhir, Kak Fahrezi kembali menekankan pentingnya penggunaan teknologi yang aman dan bertanggung jawab. “Teknologi dapat memberi manfaat besar, tetapi jika tidak digunakan dengan bijak, bisa menimbulkan risiko yang besar terhadap data pribadi kita,” jelas Kak Fahrezi dengan tegas.

Peserta didik tampak semakin sadar akan pentingnya menjaga data pribadi dan menggunakan teknologi dengan bijak.

Setelah kegiatan, dilakukan evaluasi untuk mengukur sejauh mana peserta didik memahami risiko penggunaan teknologi AI yang tidak bijak. Hasilnya, peserta didik menunjukkan pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya pengelolaan data pribadi dan penggunaan teknologi yang aman. “Kami jadi lebih paham bagaimana caranya menggunakan teknologi dengan aman,” ujar Faiq, siswa yang aktif bertanya selama acara berlangsung.

Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran peserta didik tentang risiko yang dapat timbul dari penggunaan teknologi AI yang tidak bijak. Para peserta didik kini siap untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan teknologi dan menjaga data pribadi mereka di dunia digital.

 

Editor : Azis

By Jatengx

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *