Siswa SDN 1 Waru didampingi mahasiswa KKN UPGRIS latihan adzan untuk persiapan lomba MAPSI
Jatengx.com, Demak – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 36 kembali menunjukkan komitmen dan peran aktifnya dalam mendukung kemajuan pendidikan di SD Negeri Waru, Desa Waru, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak. Mahasiswa menggelar kegiatan pendampingan pendidikan berbasis keagamaan.
Pada kesempatan ini, fokus pendampingan diarahkan pada bimbingan intensif latihan azan bagi siswa yang disiapkan mewakili sekolah dalam ajang Mata Pelajaran Agama Islam dan Seni Islami (MAPSI).
Kegiatan pendampingan dirancang khusus untuk mematangkan seluruh aspek persiapan siswa secara menyeluruh.
Pendampingan tidak hanya berfokus pada ketepatan makharijul huruf dan kelancaran tajwid, tetapi juga mencakup pembentukan keindahan intonasi nada azan serta ketahanan pernapasan saat melantunkan lafaz-lafaz suci.
Selain aspek teknis vokal, tim mahasiswa KKN UPGRIS 36 juga memberikan perhatian besar pada penguatan mental dan rasa percaya diri siswa. Hal ini penting agar peserta didik mampu tampil tenang, mantap, dan berani saat mengumandangkan azan di hadapan dewan juri maupun khalayak umum.
Inisiatif ini mendapat sambutan hangat dari pihak sekolah. Kepala SD Negeri Waru, Sri Hidayah, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran dan kepedulian mahasiswa KKN UPGRIS 36 dalam membimbing anak-anak didiknya.
“Saya sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas pendampingan yang diberikan mahasiswa KKN UPGRIS kepada siswa kami yang akan berlatih azan untuk lomba MAPSI. Kegiatan ini membantu sekolah mengasah potensi siswa secara lebih dekat dan menyenangkan. Semoga bimbingan ini dapat meningkatkan kepercayaan diri siswa serta membuahkan hasil yang terbaik,” ungkap Sri Hidayah.
Sistem pelatihan yang diterapkan mahasiswa KKN dilakukan secara bertahap, edukatif, dan interaktif. Pada tahap awal, mahasiswa memberikan contoh langsung pelafalan lafaz azan dengan artikulasi jelas, tempo teratur, serta penjiwaan yang pas. Setelah itu, siswa diberi kesempatan mempraktikkannya satu per satu.
Apabila terdapat ketidaktepatan dalam hal nada, tajwid, maupun pengaturan napas, mahasiswa memberikan evaluasi dan bimbingan secara persuasif dan ramah. Pendekatan ini membuat proses belajar terasa nyaman tanpa menimbulkan rasa tertekan pada diri siswa.
Suasana latihan berlangsung penuh antusiasme. Para siswa terlihat fokus menyimak setiap arahan yang diberikan tim KKN. Mereka tidak ragu mengulang bacaan demi menyempurnakan kualitas lantunan azan.
Latihan ini tidak sekadar menjadi ajang persiapan lomba, tetapi juga wahana pembentukan karakter, tempat siswa belajar kedisiplinan, ketekunan, dan keberanian untuk mengekspresikan bakat seni Islami yang mereka miliki.
Ketua Tim KKN Desa Waru, Isfadhil Kholifatul Anwar Lutfi Toha, menuturkan bahwa pendampingan ini merupakan bentuk pengabdian nyata mahasiswa dalam memperkuat pendidikan karakter keagamaan di tingkat sekolah dasar.
“Bagi kami mahasiswa KKN, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga untuk berkontribusi secara nyata di bidang keagamaan dan pendidikan sekolah dasar. Kami mendampingi siswa mulai dari melatih ketepatan pelafalan, pengolahan nada azan, hingga membangun mental agar mereka lebih percaya diri saat tampil di ajang MAPSI,” papar Isfadhil.
Sinergi yang terjalin harmonis antara pihak sekolah, mahasiswa, dan peserta didik ini diharapkan memberikan dampak positif yang berkelanjutan. Selain menjadi bekal berharga bagi siswa untuk mengukir prestasi di ajang MAPSI, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kecintaan siswa terhadap syiar Islam sekaligus memakmurkan gema azan di lingkungan masyarakat Desa Waru.
Penulis: Tim Publikasi Mahasiswa KKN UPGRIS 36 Desa Waru
Editor: Azis



