Demonstrasi fermentasi limbah rumah tangga jadi pupuk organik cair dan kompos menggunakan galon bekas
Jatengx.com, Banjarnegara – Kebiasaan membakar sampah rumah tangga yang berpotensi memicu polusi udara kini mulai ditinggalkan oleh warga Desa Gununglangit, Kecamatan Kalibening, Kabupaten Banjarnegara.
Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), Tim Kelompok 059 KKN Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menghadirkan solusi ramah lingkungan dengan mengolah limbah organik rumah tangga menjadi Pupuk Organik Cair (POC) dan kompos.
Inovasi pengolahan ini memanfaatkan galon plastik bekas sebagai wadah fermentasi. Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Gununglangit ini menerapkan metode Difusi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Difusi Ipteks) yang diikuti secara antusias oleh 63 warga setempat.
Selama kegiatan, peserta mendapatkan sosialisasi mengenai bahaya membakar sampah, pentingnya pemilahan sampah organik dan anorganik, hingga praktek langsung pembuatan pupuk. Bahan-bahan yang digunakan sangat terjangkau dan mudah didapatkan di sekitar rumah, seperti sisa sayuran, tanah, dan air cucian beras.
“Peserta diajak terlibat aktif secara langsung, mulai dari memilah sampah, memotong limbah sayuran menjadi ukuran kecil 1–2 cm, menyusun media di wadah galon bekas, hingga mencampur bahan fermentasi,” ujar Muhammad Azharul Rijal, perwakilan tim KKN 059 UMP.
Proses fermentasi yang membutuhkan waktu 7 hingga 14 hari ini menghasilkan pupuk organik cair berwarna kecoklatan dengan aroma asam segar khas fermentasi tanpa bau busuk.
Selain dapat menekan biaya pembelian pupuk kimia bagi petani lokal, program ini berhasil mengubah pola pikir warga dari membakar sampah menjadi memilah serta memanfaatkannya secara mandiri untuk mendukung pertanian berkelanjutan.
Kegiatan ini terlaksana atas dukungan penuh dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Purwokerto serta Pemerintah Desa Gununglangit.
Melalui pelatihan ini, masyarakat diharapkan terus konsisten mengolah sampah dari sumbernya secara berkelanjutan.
Editor: Azis



