Jatengx.com, Kab. Semarang – Mahasiswa Universitas PGRI Semarang melaksanakan kegiatan Literasi Digital di SD Mluweh 01pada Sabtu, 24 Januari 2026. Kegiatan ini menyasar siswa kelas V sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam meningkatkan pemahaman penggunaan teknologi digital secara bijak, aman, dan bertanggung jawab di kalangan anak sekolah dasar.
Kegiatan berlangsung dalam suasana kelas yang kondusif, tertib, dan penuh semangat. Sejak awal kegiatan, siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan memperhatikan penyampaian materi dan aktif terlibat dalam sesi tanya jawab.
Pada tahap awal, sebagian besar siswa masih memanfaatkan teknologi digital sebatas untuk hiburan tanpa memahami risiko maupun etika penggunaannya. Namun, melalui penyampaian materi yang komunikatif dan disesuaikan dengan usia siswa, pemahaman mereka mulai berkembang secara bertahap.
Materi literasi digital yang disampaikan mencakup pengenalan penggunaan internet secara positif, etika berinteraksi di ruang digital, serta bahaya penggunaan media digital yang tidak bijak. Salah satu topik yang menjadi perhatian utama adalah cyberbullying.
Siswa diberikan pemahaman mengenai bentuk-bentuk cyberbullying yang sering terjadi di lingkungan sekitar, serta dampak negatif yang dapat dirasakan oleh korban. Melalui diskusi interaktif, siswa diajak untuk mengenali perilaku yang harus dihindari dan cara bersikap yang baik saat menggunakan media digital.
“Kami sering menemui anak-anak sering saling bully, bersamaan kegiatan hari ini kami berikan edukasi tentang bullying. Agar mereka paham dampak bullying dan bentuk bullying apa saja.” Ucap Ihsan.
Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan siswa, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya sikap saling menghargai dalam berinteraksi, baik secara langsung maupun melalui media digital.
Pihak sekolah menyambut baik kegiatan literasi digital ini karena dinilai mampu memberikan edukasi yang relevan dengan kondisi siswa saat ini.
Melalui kegiatan ini, KKN UNIVERSITAS PGRI SEMARANG menunjukkan peran aktifnya dalam mendukung penguatan pendidikan karakter dan literasi digital di sekolah dasar.
“Melalui kegiatan ini kami menyadari mayoritas anak SD bahkan keseluruhan sudah memiliki HP dan hanya digunakan untuk game ataupun medsos. Terkadang medsos terdapat postingan yang kurang baik. Merespon peristiwa tersebut kami perlu memberikan edukasi sehingga mereka mengerti bagaimana cara berintraksi di medso atau menerima informasi.” Ujar Shahrul
Diharapkan, kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan agar siswa semakin siap menghadapi tantangan perkembangan teknologi di era digital.

