
Jatengx.com, Kendal – Potensi ikan lele di Desa Montongsari, Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal, didorong menjadi produk pangan bernilai tambah melalui pelatihan pengolahan ikan lele menjadi nugget. Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan pemanfaatan hasil budidaya sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat desa.
Program bertajuk “Pelatihan Pengolahan Ikan Lele Menjadi Nugget Bernilai Gizi dan Ekonomis” digelar oleh mahasiswa KKN Universitas Diponegoro (UNDIP) di Balai Desa Montongsari, pada (7/8/2026).
Kegiatan diikuti oleh ibu-ibu Desa Montongsari dengan menghadirkan sosialisasi mengenai manfaat ikan lele serta demonstrasi pengolahannya menjadi produk nugget.
Ikan lele dipilih karena merupakan salah satu bahan pangan yang relatif mudah diperoleh dan memiliki harga yang terjangkau. Selain menjadi sumber protein, lele juga dapat diolah menjadi berbagai produk makanan yang lebih praktis dan menarik untuk dikonsumsi.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat tidak hanya dikenalkan pada kandungan gizi dan manfaat ikan lele, tetapi juga diajak melihat potensi ekonomi di balik pengolahan hasil budidaya.
“Melalui pengolahan sederhana, ikan lele tidak hanya dikonsumsi sebagai lauk, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi produk yang lebih menarik dan memiliki nilai jual. Harapannya, masyarakat dapat melihat peluang usaha dari potensi pangan yang tersedia di lingkungan desa,” ujar Daffa Fachrul Adinata selaku Koordinator Program.
Kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai manfaat ikan lele, kandungan gizi, serta potensi pengolahannya menjadi nugget. Materi tersebut diberikan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa hasil budidaya ikan dapat dikembangkan menjadi produk olahan yang memiliki nilai tambah.
Setelah penyampaian materi, peserta mengikuti demonstrasi pembuatan nugget ikan lele secara langsung. Proses pengolahan diperagakan mulai dari pembersihan ikan, penghalusan daging, pencampuran dengan bumbu dan bahan pendukung, pencetakan, pengukusan, pelapisan dengan tepung, hingga tahap penggorengan.
Praktik secara langsung tersebut diharapkan dapat membuat masyarakat lebih mudah memahami tahapan pengolahan dan memiliki keterampilan yang dapat diterapkan kembali secara mandiri di rumah.
Selain kegiatan praktik, masyarakat juga memperoleh modul atau resep sederhana pembuatan nugget ikan lele. Panduan tersebut diberikan agar proses pengolahan dapat dilakukan kembali tanpa harus bergantung pada pendampingan mahasiswa.
Program ini sekaligus membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan lele menjadi produk pangan rumahan. Nugget yang memiliki bentuk praktis dan lebih familiar bagi anak-anak dapat menjadi alternatif olahan ikan untuk keluarga sekaligus berpotensi dikembangkan sebagai produk usaha.
Dari sisi pangan, pemanfaatan lele menjadi nugget juga dapat mendorong peningkatan konsumsi ikan melalui bentuk olahan yang lebih beragam. Masyarakat dapat memanfaatkan bahan pangan yang tersedia di sekitar desa untuk memenuhi kebutuhan konsumsi keluarga sekaligus menghasilkan produk dengan nilai ekonomi.
Bagi Desa Montongsari, pengolahan hasil budidaya menjadi produk bernilai tambah menjadi langkah sederhana untuk memperkuat pemanfaatan potensi lokal. Tidak hanya menghasilkan pangan untuk konsumsi rumah tangga, keterampilan tersebut dapat menjadi bekal awal bagi masyarakat yang ingin mengembangkan usaha olahan pangan berbasis potensi desa.
Melalui pelatihan tersebut, mahasiswa KKN UNDIP berharap pengetahuan dan keterampilan pengolahan ikan dapat terus dipraktikkan oleh masyarakat. Ke depan, produk nugget lele juga berpeluang dikembangkan dari sisi variasi produk, pengemasan, hingga pemasaran sehingga dapat menjadi bagian dari penguatan ekonomi masyarakat Desa Montongsari.
Penulis: Tim Mahasiswa KKN UNDIP
Dosen Pembimbing: Dr. Ir. Yudo Prasetyo S.T., M.T.
Editor: Azis



