Banjir Tak Hanya Rendam Rumah, LTNNU Pati Waspadai Hoaks

Jatengx.com, Pati – Di tengah kepungan banjir yang belum surut selama sepekan terakhir, Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Kabupaten Pati memilih cara tak biasa untuk membantu warga terdampak. Tak hanya menyalurkan bantuan pangan, mereka sekaligus mengedukasi masyarakat tentang bahaya hoaks yang kerap beredar saat bencana, Minggu (18/1/2026).

Banjir yang melanda Kabupaten Pati sejak Jumat (9/1/2026) tak hanya merendam permukiman dan melumpuhkan akses jalan, tetapi juga memicu banjir informasi di media sosial. Di tengah situasi darurat, beragam kabar simpang siur mudah tersebar dan kerap menimbulkan kepanikan di masyarakat.

“Informasi bohong saat bencana itu berbahaya. Bisa memicu ketakutan massal, menyesatkan warga, bahkan menghambat proses penanganan,” kata Ketua LTNNU Pati, Angga Saputra, di sela kegiatan penyaluran bantuan di Desa Tondomulyo, Kecamatan Jakenan.

Karena itu, LTNNU Pati mengemas kegiatan sosialnya dengan pendekatan ganda. Ratusan porsi nasi ayam geprek dibagikan kepada warga, sembari relawan memberikan sosialisasi singkat tentang pentingnya memverifikasi informasi sebelum menyebarkannya.

Angga mencontohkan, beberapa hari sebelumnya beredar kabar di media sosial mengenai kemunculan buaya di tengah banjir wilayah Tayu. Setelah ditelusuri, informasi tersebut ternyata tidak benar.

“Itu hoaks. Video yang beredar ternyata berasal dari Malaysia, bukan dari Pati,” ujar Angga.

Selain 200-an nasi kotak, LTNNU Pati juga menyalurkan puluhan dus air mineral, obat-obatan ringan seperti salep gatal, obat flu dan batuk, hingga tolak angin serta puluhan paket roti. Bantuan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan warga yang aktivitas hariannya terhenti akibat banjir.

“Banyak warga kesulitan memasak karena rumah dan dapur tergenang. Semoga bantuan ini bisa sedikit meringankan beban mereka,” kata Angga.

Desa Tondomulyo tercatat sebagai salah satu wilayah dengan dampak banjir terparah di Kabupaten Pati. Berdasarkan data Pemerintah Desa setempat, hampir 100 persen warga terdampak, baik secara langsung maupun tidak langsung. Akses keluar-masuk desa hingga kini masih terhambat genangan air setinggi 80 hingga 100 sentimeter.

Sedikitnya 2.100 jiwa terdampak banjir. Air merendam rumah warga, jalan raya, fasilitas umum, serta lahan pertanian yang menjadi sumber penghidupan masyarakat. Kondisi tersebut membuat kebutuhan logistik dan bantuan kesehatan terus meningkat.

Meski pemerintah desa dan puskesmas setempat telah menyalurkan bantuan, skala dampak banjir yang luas membuat dukungan dari berbagai pihak masih sangat dibutuhkan.

Salah seorang warga Desa Tondomulyo, Sunadi, mengaku bersyukur atas bantuan dan edukasi yang diberikan LTNNU Pati.

“Kami mengucapkan terima kasih. Bantuan ini sangat berarti bagi kami di tengah kondisi sulit seperti sekarang,” ujar Sunadi.

Upaya LTNNU Pati ini menunjukkan bahwa di tengah bencana, bantuan kemanusiaan tak hanya soal pangan dan logistik, tetapi juga tentang menjaga kewarasan publik dari informasi menyesatkan.

By Jatengx

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *