NU Peduli PWNU Jateng Kerahkan 22 Relawan Profesional ke Aceh

Jatengx.com, Aceh- NU Peduli Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah mengerahkan 22 relawan profesional untuk mendukung penanganan bencana banjir di Provinsi Aceh. Pengerahan relawan dilakukan dengan pendekatan berbasis kompetensi, menyesuaikan kebutuhan riil masyarakat di wilayah terdampak agar bantuan dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.

Para relawan berasal dari berbagai unsur organisasi di lingkungan NU, antara lain Lembaga Penanggulangan Bencana dan Iklim NU (LPBINU), Barisan Ansor Serbaguna (Bagana), Fatayat NU, LP Ma’arif NU, LAZISNU Jawa Tengah, hingga NU Online. Mereka memiliki keahlian yang beragam, mulai dari pengelolaan dapur umum, sanitasi, trauma healing, pembangunan dan perbaikan fasilitas umum, instalasi listrik dan air bersih, pembersihan wilayah terdampak, kesekretariatan, pengelolaan keuangan, hingga pengemudi lapangan. Seluruh relawan akan bekerja secara terkoordinasi dengan Aceh Timur sebagai lokasi awal pelaksanaan tugas kemanusiaan.

Ketua Tim Relawan NU Peduli PWNU Jawa Tengah, Mukhlisin, menyampaikan bahwa penugasan relawan dirancang berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan. Menurut dia, setiap relawan telah dibekali peran dan tanggung jawab sesuai keahlian masing-masing agar proses pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih terarah dan berdampak langsung bagi masyarakat terdampak.

Relawan yang diberangkatkan terdiri atas Roni Sucianto dari Bagana Temanggung yang bertugas di dapur umum sekaligus sebagai pengemudi, Sutarno dari LPBINU Kebumen sebagai pengemudi, M. Ramadlan dari LPBINU Kudus yang menangani kesekretariatan dan pengemudi, serta Budi Susanto dari LPBINU Kebumen yang bertugas sebagai pengemudi dan tim pembersihan. Selain itu, terdapat Reno Lesmono dari LPBINU Cilacap sebagai tukang batu dan pengemudi, Suharso dari Staf PWNU Kota Semarang sebagai pengemudi, M. Fawaid dari LPBINU Kota Pekalongan yang bertugas di dapur umum, serta Waris Ngoko dari LPBINU Batang sebagai kepala tukang.

Tim relawan juga diperkuat oleh Maman Firmansyah dari Bagana Kabupaten Pekalongan yang bertugas di dapur umum, Mukhlisin dari LPBINU Kudus sebagai penanggung jawab lapangan sekaligus ketua tim, M. Mukhlis dari LPBINU Kudus yang menangani pembersihan dan pengemudi, serta Muhamad Safii dari LPBINU Kudus yang bertugas di bidang sanitasi. Selain itu, Nurul Wahyuni A. dari LPBINU Kudus dan Maryadi dari PSPN Jawa Tengah Karanganyar turut bergabung sebagai tim pembersihan wilayah terdampak.

Di bidang sanitasi dan teknis, tim diperkuat oleh Ari Tri Ramadhan dari LPBINU Cilacap yang menangani sanitasi serta Yudi Kurniawan dari LPBINU Kudus sebagai tenaga tukang. Sementara itu, Sukamto, S.Ag dari LPBINU Surakarta bertugas dalam layanan trauma healing sekaligus kelistrikan, dan Setiyo Wati dari Fatayat NU Kabupaten Kendal menangani dapur umum serta trauma healing bagi penyintas bencana.

Dukungan di bidang pengelolaan keuangan dan pendampingan psikososial juga diperkuat oleh Ahmad Arif H. dari LAZISNU Jawa Tengah Demak yang bertugas di bidang keuangan dan pengemudi, Ma’ruf dari LP Ma’arif NU Jawa Tengah yang menangani trauma healing dan pengemudi, Hasan dari LP Ma’arif NU Jawa Tengah sebagai tenaga trauma healing, serta Saiful Amar dari NU Online Temanggung yang turut mendukung dokumentasi dan publikasi kegiatan kemanusiaan di lapangan.

PWNU Jawa Tengah melalui NU Peduli menegaskan bahwa seluruh kegiatan kemanusiaan ini merupakan amanah dari para donatur yang telah mempercayakan penyaluran bantuan melalui LAZISNU Jawa Tengah. Seluruh program dilaksanakan dengan menjunjung tinggi prinsip profesionalitas, transparansi, dan akuntabilitas sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik dan para penyumbang. (hsn)

By Jatengx

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *