NU Peduli Jateng Kirim Relawan ke Aceh, Fokus Pemulihan Pascabencana Berbasis Komunitas

Jatengx.com, Semarang – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah memberangkatkan puluhan relawan NU Peduli ke Provinsi Aceh untuk mengawal proses pemulihan pascabencana. Pengiriman relawan ini ditandai dengan pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Relawan NU Peduli Kemanusiaan di Gedung PWNU Jawa Tengah, Semarang, Sabtu (10/1/2026).

Ketua PWNU Jawa Tengah, KH Abdul Ghoffarrozin, mengatakan bahwa pengiriman relawan merupakan tindak lanjut dari asesmen lapangan yang telah dilakukan oleh Lembaga Penanggulangan Bencana dan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) Jawa Tengah bersama PWNU Aceh di sejumlah wilayah terdampak bencana.

“Tim asesmen sebelumnya telah berkoordinasi dengan PWNU Aceh dan meninjau langsung beberapa daerah seperti Bener Meriah, Aceh Tamiang, Aceh Timur, dan Aceh Tengah. Berdasarkan hasil asesmen itulah kami hari ini memberangkatkan relawan untuk tahap pemulihan,” ujar Abdul Ghoffarrozin.

Pada tahap awal, NU Peduli Jawa Tengah mengirimkan 25 relawan lintas profesi. Mereka terdiri atas teknisi listrik, tukang kayu, tukang bangunan, tenaga trauma healing, hingga pengemudi. Para relawan berasal dari berbagai badan otonom dan lembaga NU, seperti PCNU, Fatayat NU, Ansor, Banser, serta unsur lembaga terkait.

Para relawan dijadwalkan bertugas selama sekitar 20 hingga 25 hari, dengan fokus utama pada pemulihan fasilitas pendidikan keagamaan dan pendampingan sosial masyarakat terdampak.

“Mereka akan melakukan recovery di titik-titik yang sudah disurvei, seperti TPQ, dayah, madrasah, serta fasilitas ibadah dan pendidikan lainnya,” kata Abdul Ghoffarrozin, yang akrab disapa Gus Rozin.

Selain mengirimkan relawan, NU Peduli Jawa Tengah juga menyalurkan bantuan logistik tahap awal berupa paket sembako, sarung, selimut, dan kebutuhan dasar lainnya. Menurut Gus Rozin, sebagian logistik dibawa dari Jawa Tengah, sementara sebagian lain disiapkan dari wilayah yang lebih dekat dengan lokasi terdampak untuk efisiensi distribusi.

Dalam aspek pendanaan, PWNU Jawa Tengah melalui LAZISNU telah menghimpun dana donasi sekitar Rp 4,2 hingga Rp 4,3 miliar. Dana tersebut akan disalurkan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan lapangan dan hasil evaluasi program.

“Kami tidak hanya fokus pada perbaikan fisik, tetapi juga pemulihan psikososial masyarakat. Karena itu, relawan trauma healing kami libatkan untuk membantu memulihkan mental dan kepercayaan diri warga,” ujar Gus Rozin.

Ketua LPBI PWNU Jawa Tengah, Pudji Wibowo, menjelaskan bahwa program kemanusiaan NU Peduli di Aceh dirancang menggunakan pendekatan community organizer (CO). Pendekatan ini menempatkan masyarakat terdampak sebagai subjek utama dalam proses pemulihan.

“Tujuan kegiatan ini adalah memberikan dukungan kemanusiaan yang terintegrasi dan berkelanjutan melalui pemberdayaan komunitas, bukan sekadar bantuan sesaat,” kata Pudji.

Ia menambahkan, bantuan yang disalurkan mencakup pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, pemulihan sarana ibadah dan pendidikan, serta pendampingan sosial. Sasaran kegiatan meliputi TPQ atau TPA, meunasah, mushala, masjid, madrasah, sekolah, dayah atau pondok pesantren, serta masyarakat umum di wilayah terdampak.

Menurut Pudji, relawan NU Peduli tidak hanya berperan sebagai penyalur bantuan, tetapi juga sebagai fasilitator komunitas, koordinator distribusi, pendamping renovasi, serta penghubung antara masyarakat, NU Peduli, dan pemangku kepentingan setempat.

“Relawan mendampingi proses pemulihan sosial agar masyarakat bisa bangkit bersama dan memiliki kembali daya lenting pascabencana,” ujarnya.

Adapun wilayah aksi kemanusiaan NU Peduli PWNU Jawa Tengah meliputi Kabupaten Aceh Timur dan Bener Meriah sebagai posko utama, serta menjangkau Aceh Tengah dan Aceh Tamiang. Bentuk bantuan yang disiapkan antara lain dapur umum, paket sembako, peralatan ibadah, perlengkapan sekolah, paket Al-Qur’an dan Iqra, normalisasi sarana air bersih, hingga renovasi TPQ, mushala, madrasah, dan dayah.

Tahap pertama kegiatan dijadwalkan berlangsung pada 10–26 Januari 2026, dengan dukungan armada operasional berupa kendaraan double cabin, minibus, truk boks, dan sepeda motor trail. Seluruh pelaksanaan program akan dimonitor dan dievaluasi secara berkala serta dilaporkan secara transparan kepada publik.

Melalui program ini, PWNU Jawa Tengah menegaskan komitmen NU Peduli untuk hadir tidak hanya pada fase tanggap darurat, tetapi juga dalam mengawal pemulihan jangka menengah, khususnya di bidang pendidikan keagamaan dan penguatan komunitas, sebagai fondasi kebangkitan masyarakat Aceh pascabencana.

By Jatengx

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *